Senin, 27 April 2015

Cara Budidaya Pala



Cara budidaya tanaman merupakan suatu proses penyesuaian kondisi lingkungan agar sesuai dengan syarat tumbuh dan kebutuhan tanaman sehingga nantinya tanaman dapat tumbuh, berkembang, dan memberikan hasil yang optimal. Berikut adalah beberapa aspek budiaya tanaman pala yang harus diperhatikan agar nantinya pala yang dihasilkan mampu memberikan hasil yang optimal baik dari segi kualitas ataupun kuantitasnya. 

A. Bahan Tanam

B. Persiapan Lahan
Kebun untuk tanaman perlu dilakukan olah tanah agar menjadi gembur. Pengolahan tanah sebaiknya dilakukan pada musim kemarau supaya proses penggemburan berjalan dengan efektif. Pengolahan tanah pada kondisi lahan yang miring harus dilakukan menurut arah melintang lereng. Pengolahan tanah dengan cara ini akan membentuk alur yang dapat mencegah terjadinya erosi.

C. Penanaman
1. Pembuatan lubang tanam
Lunang tanam disiapkan 1 bulan sebelum bibit ditanam yang bertujuan agar tanah dalam lubang tidak asam. Lubang tanam dibuat dengan ukuran 60 x 60 x 60 cm untuk jenis tanah ringan dan 80 x 80 x 80 cm untuk jenis tanah liat. Dalam menggali lubang tanam, tanah bagian atas dan bagian bawah harus dipisah karena mengandung unsur yang berbeda. Setelah beberapa waktu, tanah bagian atas dicampur dengan pupuk kandang secukupnya.

2. Jarak Tanam
Jarak tanam yang baik untuk tanaman pala adalah 9 x 10 m, sedangkan untuk tanah bergelombang adalah 9 x 9 m.

3. Penanaman
Penanaman bibit dilakukan pada awal musim hujan yang bertujuan untuk mencegah bibit mengalami kekeringan. Bibit tanaman yang berasal dari biji dan sudah mempunyai 3-5 batang cabang, biasanya sudah mampu beradaptasi dengan baik. Apabila bibit pala berasal dari cangkokan, maka sebelum di tanam daunnya harus dikurangi terlebih dahulu untuk memperkecil transpirasi sehingga dapat menurunkan tingkat kematian bibit. Penanaman bibit yang berasal dari cangkokan, lubang tanam harus diperdalam. Hal ini bertujuan untuk menguatkan perakaran agar saat dewasa tidak mudah roboh.

D. Pemeliharaan
1. Tanaman pelindung
Pada umumnya, tanaman pala yang masih muda itu kurang tahan terhadap panas sinar matahari. Untuk mencegah kerusakan, maka perlu diberi tanaman pelindung yang pertumbuhannya cepat, misalnya tanaman jenis Clerisidae, atau bisa juga dengan penanaman tanaman buah-buahan atau tanaman kepala jauh sebelum bibit pala ditanam.

2. Penyulaman
Penyulaman dilakukan jika bibbit tanaman pala itu mati atau pertumbuhannya yang kurang baik.

3. Penyiangan
Penyiangan gulma dilakukan apabila ada gulma yang muncul. Penyiangan rutin dilakukan setiap 1 bulan sekali saat tanaman pala belum menghasilkan.

4. Pemupukan
Sebelum dilakukan pemupukan, hendaknya dibuat parit sedalam 10 cm dan lebar 20 cm secara melingkar di sekitar batang tanaman selebar kanopi kemudian pupuk ditabur dan titimbun dengan tanah. Pemberian pupuk dilakukan berdasartan dosis pupuk yang dianjurkan.

5. Peremajaan
Peremajaan pada tanaman pala ada beberapa metode, antara lain:

a. Metode New Clearing
Menebang seluruh pohon yang telah tua dan menggantinya dengan tanaman pala yang masih muda

b. Metode Gradual Thinning
Metode penanaman sisipan, yakni menanan tanaman pala muda diantara pohon-pohon pala yang sudah tua. Penyisipan dilakukan secara bertahap. Penebangan tanaman pala yang sudah tua dilakukan setelah tanaman muda berumur 1-3 tahun. Penebangan tanaman pala ini juga dilakukan bertahap

c. Metode No Thinning
Pada metode ini, tanaman muda ditanam dengan menyisipkan diantara pohon pala tua. Penebangan pohon tua dilakukan setelah tanaman muda berproduksi.


F. Panen dan Pasca Panen
1. Panen
Tanaman ini mulai berbuah saat umur 7 tahun dan berproduksi maksimal pada umur 25 tahun. Pohon pala dapat terus berproduksi sampai umur 60-70 tahun. Dalam satu tahun, apat dilakukan 2 kali pemetikaan. Buah dipanen setelah cukup masak, yaitu sekitar 6-7 bulan sejak mulai berbunga. Tanda-tanda buah pala yang sudah masak adalah sebagian buah mulai merekah dan terlihat biji yang diselaputi fuli. Pemetikan buah pala dilakukan dengan galah bamboo yang diberi keranjang. Dapat pula dilakukan dengan memanjat pohon dan memilih buah pala yang sudah benar-benar masak.

2. Pasca Panen
a. Pemisahan bagian buah
Buah yang sudah masak dipisahkan menurut bagian buah (daging buah, biji, fuli). Setiap bagian yang terkumpuk diberi wadah sendiri. Biji yang terkumpul disortir menjadi 3 macam yaitu biji yang cacat, biji yang gemuk (utuh), dan biji yang kurus (keriput). 

b. Pengeringan biji
Pengeringan dilakukan dengan penjemuran. Pengeringan yang terlalu cepat akan menyebabkan biji pala pecah. Biji pala yang sudah kering kemudian dipukul dengan kayu supaya kulit bijinya pecah dan terpisah dengan isi biji.

c. Pengeringan fuli
Proses pengeringan fuli adalah dengan cara dijemur pada panas matahari secara perlahan selama beberapa jam kemudian dikeringkan. Hal ini dilakukan sampai benar-benar kering. Cara pengeringan ini akan menghasilkan fuli yang kenyal (tidak rapuh) dan berkualitas tinggi sehingga nilai ekonomisnya juga tinggi.

Dari berbagai sumber,
Semoga bermanfaat,
Terimakasih,
www.bibit-unggul.com

Cara Budidaya Manggis



Manggis merupakan jenis tanaman keluarga Guttiferae yang berasal dari kepulauan Malaya. Beberapa species keluarga Guttiferae memiliki buah yang bisa dimakan, tetapi tak ada yang selezat buah manggis. Selain buah, bagian lain tumbuhan ini yang bisa dimanfaatkan adalah kulit buah, akar, kulit kayu, dan sebagainya yang rata-rata dimanfaatkan untuk obat seperti obat cacing, diare, dan tumor rongga mulut. Untuk kulit manggis sendiri menjadi komoditas ekspor Singapura menuju Cina.

Pohon manggis memiliki tinggi sekitar 10-25 m. Bagian mahkota bunganya ada yang bentuknya piramid kompak dan meruncing keatas, dan ada pula yang bulat. Tanaman ini sulit sekali untuk dikembangkan, utamanya karena pertumbuhannya relatif sangat lambat serta memerlukan waktu beberapa tahun lamanya supaya sistem perakaran benar-benar efektif. Untuk memulai budidaya manggis, ada beberapa tips yang perlu anda ketahui.

Syarat tumbuh
Budidaya manggis perlu memperhatikan syarat tumbuh tanamannya. Untuk bisa tumbuh dengan baik, tanaman manggis membutuhkan daerah yang lembab, memiliki suhu tinggi, curah hujan tinggi dan rata sepanjang tahunnya. Selain itu, tanaman manggis tidak tahan dengan terpaan angin laut. Sedangkan suhu optimum bagi pertumbuhannya berkisar sekitar 220-230C. Tanaman manggis yang masih muda memerlukan naungan yang teduh baik di area dataran rendah hingga ketinggian 800 m yang curah hujannya 1500-2500 mm/tahun. Tanah yang banyak mengandung bahan organik disertai aerasi yang baik sangat cocok untuk pertumbuhan manggis. 

Perbanyakan

1) Perbanyakan melalui biji
Manggis bisa diperbanyak melalui bijinya tapi bukannya perbanyakan dengan cara generatif, hal ini karena terbentuknya biji buah manggis berlangsung secara apomiktis. Biji manggis memiliki viabilitas cukup rendah serta cepat sekali mengalami kemunduran. Begitu dikeluarkan dari buah, biji harus cepat dikecambahkan. Jika tetap berada di dalam buahnya, kondisi biji manggis akan tetap terjaga viabilitasnya kurang lebih selama 3-5 minggu. Bila bijinya semakin besar, maka semakin baik pula pertumbuhan tunasnya.

2) Perbanyakan ala vegetatif
Perbanyakan vegetatif untuk tanaman manggis dapat dilakukan melalui metode stek, penempelan, cangkok, penyusuan, dan penyambungan. Sedangkan cara perbanyakan yang memiliki tingkat keberhasilan tinggi yakni penyambungan, khususnya sambung pucuk. Penggunaan cabang entris (atau batang atas) pada metode ini lebih hemat. Untuk entris, biasanya digunakan tunas bagian ujung yang daunnya masih muda namun sudah cukup keras. Untuk batang bawahnya menggunakan bibit semai berusia 2 tahun atau bibit yang batangnya berdiameter kurang lebih 0,5 cm, serta berkulit batang hijau. Cara penyambungan celah dianggap banyak berhasil dibandingkan metode sisi.

Pembibitan

Lokasi yang sesuai sangat penting untuk pembibitan, yakni teduh serta dekat dengan sumber air. Lahan untuk persemaian sebelumnya diolah dengan cukup dalam, kemudian dibuatkan bedengan dengan lebar 1,2 m dan ketinggian kira-kira 30 cm. Selanjutnya, buat selokan untuk pembuangan air diantara bedengan. Beri tanah dengan pupuk kandang berjumlah kira-kira 10 kg/m3. Jika biji yang akan disemai ditempatkan pada kantong plastik, media yang tepat untuk digunakan adalah campuran antara pasir, pupuk kandang, dan tanah kebun dengan perbandingan 1:1:1. Jika biji disemaikan pada bedengan, maka sebaiknya ditanam dengan jarak tanam 40 cm x 30 cm, dan kedalaman 0,5 – 1,0 cm. Untuk pesemaian dalam kantong plastik, jumlah biji yang ditanam cukup 1 biji untuk 1 kantong plastik. 

Pemupukan 
Memasuki usia 1 bulan, bibit harus dipupuk. Tiap-tiap bibit diberikan sekitar 2-3 gram campuran antara TSP dan urea. Pemupukan bisa diulang untuk sebulan sekali. Untuk perkembangan vegetatif yang optimal, 1 bulan paska tanam sebaiknya diberikan 100-200 gr urea tiap pohonnya. Pemberian ini bisa diulang per 6 bulan sekali dengan ditambah pupuk kandang sebanyak 20-30 kg. Guna membantu menjaga kesehatan tanaman jika sudah berbuah, maka mulai usia 4 tahun bibit sambungan harus diberi NPK sebanyak 0,5 kg/pohon. Pemberian ini bisa diulangi tiap 6 bulan sekali. Pupuk perlu diberikan dengan dosis yang lebih banyak ketika tanaman sudah dewasa (3,5kg/pohon).

Panen
Masa panen yang tepat adalah bila 25% dari bagian luar kulit buah manggis sudah menunjukkan warna ungu. Untuk pemetikannya bisa dilakukan sambil menyertakan bagian tangkai buah, hal ini dimaksudkan supaya buah bisa bertahan lama. Selanjutnya dilakukan seleksi buah manggis yang baik melalui pengelompokan berdasarkan ukuran buahnya yakni:

- Mutu super yakni diameter buahnya sekitar 6,5 cm
- Mutu I yakni diameter buahnya sekitar 5,5-6,5 cm
- Mutu II yakni diameter buahnya sekitar 5,5 cm

Untuk pemasaran internasional, berat buah adalah hal yang paling menentukan. Pasar Hongkong dan Malaysia menghendaki berat buah minimum 65 gr sementara pasar Jepang menghendaki minimum berat 80 gr. Pada suhu ruangan, buah manggis yang sehat bisa tetap baik kondisinya hingga 2-3 minggu paska panen. Penyimpanan buah di suhu 4-60 derajad Celcius bisa mempertahankan kualitasnya hingga 49 hari. Sedangkan di suhu penyimpanan sekitar 9-120 derajad Celcius, buah bisa bertahan selama 33 hari.

Dari berbagai sumber,
Semoga bermanfaat,
Terimakasih,
www.bibit-unggul.com

Cara Budidaya Pepaya California


Budidaya Pepaya California ini banyak dilirik para petani. Pepaya California merupakan varietas pepaya baru yang saat ini paling digandrungi oleh para petani dikarenakan menjanjikan keuntungan yang lebih. Pepaya California pun memiliki keunggulan tersendiri, yakni buahnya lebih manis, tahan lama, dan dapat dipanen lebih cepat bila dibandingkan dengan pepaya varietas lain.

Syarat tumbuh

Untuk
budidaya pepaya california ini ada beberapa hal seputar syarat tumbuh tanaman yang perlu diketahui. Pepaya California tumbuh pada dataran rendah di ketinggian 700 – 1000 mdpl, dengan curah hujan 1000 – 2000 mm/tahun,  di suhu udara optimum 22 – 26 derajat Celcius serta kelembaban udara sekitar 40%. Pada saat angin tidak terlalu kencang adalah waktu yang sangat baik untuk penyerbukan, disamping ditunjung juga oleh faktor tanah yang subur, gembur, mengandung humus dan banyak menahan air, serta pH tanah cukup ideal antara 6 -7 (netral).

Pembibitan

           Persyaratan benih
Biji-biji yang akan disiapkan sebagai bibit sebaiknya diambil dari buah-buah yang masak benar dan dari pohon pilihan. Buah yang menjadi buah pilihan tersebut lalu dibelah dua dan diambil biji-bijinya. Biji kemudian dicuci bersih sampai kulit yang menyelubungi biji terbuang, lalu dikeringkan ditempat teduh. Biji segar adalah biji yang baik digunakan sebagai bibit. Bibit sebaiknya jangan diambil dari buah yang terlalu masak / tua dan dari pohon yang sudah tua.
           Penyiapan benih
Untuk tiap hektarnya, dibutuhkan benih sebanyak 60 gram (± 2000 tanaman). Benih direndam dengan larutan ATONIK 2 cc/liter dengan waktu 1-2 jam, ditiriskan, kemudian ditebari Natural GLIO, baru disemai dengan polybag ukuran 20 x 15 cm. Media yang dipergunakan adalah campuran 2 ember tanah yang diayak, lalu ditambah 1 ember pupuk kandang yang sudah matang dan diayak kemudian ditambah 50 gram TSP yang  dihaluskan
           Teknik penyemaian
-           Benih ditanamkan pada kedalaman 1 cm lalu tutup dengan tanah. Penyiraman dilakukan setiap hari. Benih yang telah berkecambah terlihat tumbuh setelah 12-15 hari. Dengan  ketinggian sekitar 15-20 cm atau usia yang menginjak 45-60 hari, bibit sudah siap ditanam.
-           Biji-biji bisa langsung ditanam / disemai lebih dahulu. Penyemaian dilakukan 2 atau 3 bulan sebelum bibit persemaian itu dipindahkan ke kebun.
           Pemeliharaan semaian
Pada persemaian, biji-biji ditaburkan pada barisan dengan jarak 5 – 10 cm. Biji jangan sampai dibenam dalam-dalam, cukup 1 cm. Biji-biji akan tumbuh sesudah 3 minggu ditanam. Dengan interval 1 minggu sekali, semprotkan Atonik yang dicampur EM4 sesuai dosis anjuran.
           Pemindahan bibit
Bibit-bibit yang berumur 2–2,5 bulan adalah bibit yang sudah dewasa, dan dapat dipindahkan pada permulaan musim hujan.

Pengolahan lahan

Untuk pengolahan tanah, langkah-langkahnya sebagai berikut:
-           Lahan dibersihkan dari segala macam gulma, lalu dicangkul / dibajak dan kemudian digemburkan.
-           Bedengan berukuran lebar 200 – 250 cm, dan tinggi 20 – 30 cm, panjang secukupnya, jarak antar bedengan 60 cm.
-           Buat lubang dengan ukuran 50 x 50 x 40 cm di atas bedengan, dengan jarak tanam 2 x 2,5 m.
-           Apabila tanahnya bersifat asam (pH kurang dari 5), sebaiknya sesaat setelah diberi pupuk yang matang, perlu ditambah ± 1 kg Dolomit dan biarkan 1-2 minggu.
-           Sebelum diberi pupuk, tanah harus dikeringkan satu minggu. Setelah itu, baru ditutupi dengan tanah campuran 10 kg pupuk kandang yang telah matang serta pupuk PETRO ORGANIK 5 kg ditambah NPK sebanyak 2 ons.

Pembuatan lubang penanaman

Lubang berukuran 50 x 50 x 50 cm digali secara berbaris. Lubang-lubang tersebut selanjutnya biarkan kosong. Setelah itu, lubang-lubang diisi dengan tanah berkomposisi campuran pupuk kandang sebanyak 2 – 3 blek. Lubang – lubang ditutupi gundukan tanah dan  dibiarkan 2-3 hari hingga tanah mengendap. Setelah itu lubang-lubang siap ditanami.

Cara penanaman

Setiap lubang diisi 3-4 buah biji. Beberapa bulan berikutnya, akan dapat dilihat tanaman jantan dan betina atau berkelamin dua.

Penjarangan serta penyulaman

Penjarangan dilakukan agar memperoleh tanaman betina dan jantan. Ini dilakukan pada saat tanaman mulai berbunga.

Penyiangan

Kapan waktu dan banyaknya kebun tersebut disiangi tidak dapat ditentukan, tergantung dari keadaan.

Pemupukan

Pupuk yang digunakan untuk menunjang kesuburan pohon pepaya selama masa tanam sebaiknya pupuk organik. Sedang untuk cara pemberian pupuknya:
-           1 minggu setelah ditanam, beri pupuk kimia dengan komposisi 50 gram ZA, 25 gram Urea, 50 gram TSP, dan 25 gram KCl.
-           Satu bulan kemudian, berikan komposisi 75 gram ZA, 35 gram Urea, 75 gram TSP, dan 40 gram KCl
-           Saat umur 3-5 bulan, lanjutkan dengan komposisi 75 gram ZA, 50 gram Urea, 75 gram TSP, 50 gram KCl
-           Menginjak umur 6 bulan dan tiap 1 bulan sekali, lanjutkan dengan 100 gram ZA, 60 gram Urea, 75 gram TSP, dan 75 gram KCl
 
Pengairan serta penyiraman

Pepaya memerlukan cukup air tetapi tidak tahan dengan genangan air. Maka pengairan dan pembuangan air harus diatur dengan seksama.

Pengendalian hama serta penyakit

Salah satu hama pengganggu tanaman pepaya California adalah kutu tanaman (Aphid sp., Tungau). Panjangnya kira-kira 2 – 3 mm serta berwarna hijau, kuning atau hitam. Ada sepasang tonjolan tabung pada bagian belakang perut, bersungut dan berkaki panjang. Yang dewasa ada yang bersayap dan tidak. Untuk pengendaliannya, semprot dengan Natural BVR atau PESTONA secara bergantian. Penyakit tanaman pepaya adalah penyakit yang disebabkan jamur, virus mosaik, leher akar, pangkal batang, rebah semai, busuk buah, dan nematoda.

Panen dan penanganan paska panen

Tanaman pepaya bisa dipanen ketika berumur 7,5  bulan. Dipetiknya harus pada saat buah itu memberikan tanda-tanda kematangan berupa warna kulit menguning. Untuk cara panennya, umumnya pemetikan ditempuh dengan menggunakan “songgo” (berupa bambu yang pada ujungnya berbentuk setengah kerucut). Periode panen sendiri dilakukan setiap 4 hari sekali

Dari berbagai sumber,
Semoga bermanfaat,
Terimakasih,
www.bibit-unggul.com

Cara Budidaya Gaharu



Langkah Mudah Budidaya Gaharu;-Gaharu merupakan jenis kayu dengan warna kehitaman yang mengandung resin khusus yang diproduksi oleh beberapa jenis pohon bermarga Aquilaria, khususnya A. malaccensis. Resin yang dihasilkan digunakan untuk industri wewangian (setanggi dan parfum) karena aroma harum yang dihasilkannya. Gaharu di awal peradaban modern (sekitar 2000 tahun lalu) sudah menjadi komoditi utama perdagangan dari Nusantara menuju India, Jazirah Arab, Afrika Timur, dan Persia. Gaharu sebenarnya adalah aromatic resin (substansi aromatik) berbentuk padatan atau gumpalan coklat muda hingga kehitaman yang lokasi terbentuknya ditemukan berada di lapisan dalam jenis kayu tertentu. Kemunculan gaharu sifatnya spesifik, dimana tak semua pohon bisa menghasilkan jenis substansi aromatik seperti ini. 
Untuk memulai budidaya gaharu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:


Syarat tumbuh
Agar bisa tumbuh dengan baik, gaharu sebaiknya ditanam pada dataran rendah hingga pegunungan yang memiliki ketinggian sekitar 750 meter dpl.

Perbanyakan bibit
Ada beberapa cara perbanyakan bibit dalam budidaya gaharu. Secara umum, terdapat 2 (dua) metode perbanyakan bibit untuk tanaman gaharu, yakni generatif serta vegetatif.
• Metode Generatif
a) Perbanyakan melalui biji 
b) Perbanyakan bibit dengan metode puteran, yakni pembiakan gaharu secara alami dengan cara pemencaran biji.  
• Cara Vegetatif
Metode vegetatif bisa dilakukan melalui okulasi, cangkok, stek pucuk serta cara lainnya.  

Penanaman
Penanaman benih sebaiknya dilakukan di awal musim penghujan yakni pada pagi hari hingga pukul 11.00, serta bisa dilanjutkan pada pukul 4 sore harinya.

Jarak tanam
Jarak tanam yang ditetapkan adalah 3×3 m atau 1.000 pohon/ha, tetapi bisa juga 2.5×3 m hingga 2.5×5 m. Bila tanaman ditanam di lahan yang telah ditumbuhi jenis tanaman lainnya, maka atur jarak tanaman minimal sejauh 3 m dari letak tanaman tersebut.

Lubang tanam
Ukuran lubang untuk penanaman yakni 40x40x40 cm. Kemudian biarkan lubang yang telah digali tersebut minimal seminggu lamanya, supaya lubang dapat beraerasi. Selanjutnya masukkan campuran pupuk dasar, berupa serbuk dari kayu lapuk serta kompos berbanding 3:1 hingga mencapai ¾ bagian lubang. Setelah beberapa minggu, maka pohon siap ditanam.

Pemupukan
Pemupukan bisa dilakukan satu kali dalam 3 bulan, tetapi bisa juga per 6 bulan sekali dengan menggunakan kompos hingga dosis 3 kg dengan cara pendangiran yang dilakukan di bawah kanopi. Pengaplikasian pupuk kimia semisal NPK serta majemuk bisa ikut ditambahkan per 3 bulan sekali dengan dosis tidak terlalu tinggi (5 gr/tanaman) sesudah tanaman berusia 1 tahun, selanjutnya dosis bisa ditambah sesuai ukuran batang tanaman. 

Pengendalian hama
Hama yang menyerang tanaman gaharu biasanya berupa kutu berwarna putih yang ditemukan di bawah permukaan daun jika lingkungannya lembab. Langkah pencegahan bisa dilakukan melalui pemangkasan tanaman pelindung supaya cahaya matahari bisa menerobos masuk, selain itu bisa dengan penyemprotan pestisida. Sementara pembersihan gulma bisa dilakukan per 3 bulan sekali. Pemangkasan pohon bisa dilakukan ketika tanaman berumur 3 - 5 tahun, caranya dengan memangkas cabang bawah serta menyisakan 4 - 10 bagian cabang atas. 

Pembentukan Gaharu
Gaharu diproduksi tanaman sebagai bentuk respon masuknya mikroba menuju jaringan yang luka. Terjadinya luka pada jenis tanaman berkayu bisa disebabkan oleh cara alami yakni adanya cabang yang patah maupun kulit yang terkelupas, atau bisa secara sengaja melalui penggergajian dan pengeboran. Mikroba yang masuk menuju jaringan tanaman akan dianggap sebagai suatu benda asing, kemudian sebagai repsonnya sel tanaman menghasilkan senyawa fitoaleksin dengan fungsi untuk pertahanan atas patogen atau penyakit. Senyawa fitoaleksin ini bisa berupa resin coklat yang harum aromanya, dimana ini menumpuk di bagian pembuluh floem dan xilem guna mencegah perluasan luka ke dalam jaringan lainnya. Akan tetapi, jika mikroba yang telah menginfeksi tanaman mampu mengalahkan pertahanan tanaman tersebut, maka gaharu tak akan terbentuk sehingga bagian tanaman tempat terdapatnya luka bisa membusuk. Untuk ciri-ciri tanaman yang sudah menghasilkan gaharu yakni kulit batangnya lunak, sedangkan tajuk tanaman berubah menguning lalu rontok, terjadi pembengkakan, dilanjutkan pelekukan, lalu penebalan di bagian batang serta cabang tanaman. 

Pembentukan Gaharu buatan
Ada teknologi sederhana dalam pembentukan gaharu, beberapa diantaranya dilakukan dengan cara berikut:
- Pembenihan mikroorganisme
- Melukai bagian batang pohon
- Memasukan serpihak / potongan gaharu
- Pemberian gula merah dan oli 
- Melalui metode bor spiral di bagian batang gaharu yang minimal berumur 5 tahun

Spesifikasi dan cara pemungutan
Gaharu dikelompokkan ke dalam 3 sortimen, yakni gubal gaharu, lalu kemedangan, serta abu gaharu. Sortimen kemedangan dan gubal gaharu didapatkan melalui penebangan pohon pemroduksi gaharu yang sudah mati, sebagai respon atas terakumulasinya damar wangi akibat infeksi di bagian pohon tersebut. Setelah ditebang, pohon gaharu dibersihkan kemudian dibelah-belah atau dipotong-potong, selanjutnya pilih bagian-bagian dari kayunya yang sudah menunjukkan kumpulan damar wangi, ini selanjutnya disebut dengan kayu gaharu.

Langkah berikutnya adalah memilah potongan-potongan kayu tersebut sesuai kandungan damarnya, bentuk dan warnanya. Supaya warna potongan-potongan kayu lebih tampak, bersihkan terlebih dahulu potongan-potongan kayu tersebut dengan dikerok. Lalu kumpulkan kembali serpihan-serpihan sisa pengerokan tersebut, guna dijadikan bahan untuk membuat abu gaharu.

Pengolahan minyak 
Sebelum dijadikan sebagai bahan baku pembuat parfum, gaharu perlu melewati pengolahan terlebih dahulu. Guna memperoleh minyak gaharu dari distilasi air, kayu direndam di dalam air lalu dipindahkan ke suatu wadah untuk mengangin-anginkan / menguapkan airnya sampai minyak yang terdapat didalamnya keluar hingga ke wadah sementara penguapan senyawa aromatik bisa dikumpulkan terpisah. Untuk mendapatkan minyak dari teknik distilasi air, masukkan potongan kayu gaharu ke dalam perangkat distilasi uap. Daya dari uap menyebabkan bagian sel tanaman membuka sehingga senyawa aromatik dan minyak gaharu untuk bahan parfum bisa keluar. 

Uap air tersebut selanjutnya akan mengikat senyawa aromatik melalui wadah pendinginan hingga kemudian terkondensasi kembali dan menjadi cairan. Senyawa aromatik dalam cairan tersebut berisi campuran minyak dan air yang kemudian harus dipisahkan sehingga terbentuk suatu lapisan minyak pada bagian atas cairan dan air pada bagian bawahnya. Salah satu cara yang dipakai saat ini berupa ekstraksi menggunakan superkritikal CO2, yakni CO2 cair dari tekanan tinggi yang fungsinya disini sebagai bahan pelarut aromatik pada pengekstraksian minyak gaharu. Cara ini cukup menguntungkan sebab tidak ada residu yang disisakan, CO2 bisa diuapkan dengan mudah ketika bentuknya masih berupa gas pada tekanan dan suhu normal.

Nilai ekonomis
Gaharu banyak diperjualbelikan dengan nilai ekonomis cukup tinggi utamanya untuk gaharu yang berasal dari famili Themeleaceae jenis Aquilaria spp. Di dunia perdangangan jenis ini disebut dengan gaharu beringin. Sedangkan jenis gaharu yang nilai jualnya relatif rendah, umumnya disebut dengan gaharu buaya. Kualitas gaharu selain ditentukan oleh jenis tanaman pemroduksinya, juga ditentukan banyak tidaknya kandungan resin di dalam kayunya. Bila kandungan resin semakin banyak, maka semakin tinggi harga gaharu dan begitu sebaliknya. 

Demikanlah artikel singkat seputar langkah mudah budidaya gaharu.

Dari berbagai sumber,
Semoga bermanfaat,
Terimakasih,
www.bibit-unggul.com